Dijelaskan Robby, pemilihan tim Persatuan Sepak Bola Indramayu ini, dikarenakan faktor efektifitas. Tidak mungkin, kata Robby, Persib melakukan pertandingan uji coba di luar Indramayu melawan tim luar.
"Kami akan beruji coba melawan Persindra saja di sini (Stadion Tridaya), biar berdekatan dengan penginapan sehingga waktu istirahat pemain tidak terganggu," kata Robby di Indranayu, Jumat (10/12).
Persindra merupakan tim yang baru saja merangkak ke divisi II nasional. Materi pemain Persindra memang kalah kelas dari Persib, tapi hal tersebut tidak jadi masalah bagi tim pelatih.
"Kami memang mengagendakan uji coba selama TC melawan tim yang kelasnya di bawah Persib. Meskipun Persindra levelnya di bawah Persib, tapi pertandingan pasti menarik," kata Robby.
BANDUNG, TRIBUN - Setelah melakukan rangkaian pertandingan uji coba melawan tim-tim yang kualitasnya berada di bawah, Persib Bandung, yang sekarang ditangani Daniel Roekito, akan berhadapan dengan Persema Malang pada pertandingan uji coba. Pertandingan Persib versus Persema akan digelar di Stadion Siliwangi, Sabtu (18/12).
Selain Persema, Persebaya dan Deltras masuk daftar tim yang ingin menjajal Persib dalam pertandingan uji coba. "Namun kami akhirnya menjatuhkan pilihan kepada Persema. Sebab, dari segi kualitas, Persema dinilai bisa menjadi lawan yang kuat bagi Persib. Sebelum menjalani pertandingan Liga Super, Persib kan butuh lawan seimbang untuk bisa mengasah kemampuan," kata Ketua Panpel pertandingan Persib lawan Persema, Jafar Sidik, kepada Tribun, Minggu (5/12).
Jafar mengatakan, ada faktor nonteknis yang membuat Persebaya dan Deltras dicoret dari daftar tim calon lawan Persib untuk pertandingan uji coba. "Misalnya kami mempertimbangkan kehadiran Bonek (pendukung Persebaya, Red) bila kami memilih Persebaya sebagai lawan Persib," ujar Jafar.
Menurut Jafar, Persema akan datang dengan kekuatan penuh. Persema, kata Jafar, berjanji akan menghadapi Persib dengan memainkan pemain-pemain andalannya yang biasa diturunkan di pertandingan Liga Super.
"Jadi pertandingan ini adalah kesempatan baik bagi Persib untuk mempersiapkan diri sebelum menjalani pertandingan Liga Super pada Januari mendatang," kata mantan pemain Persib ini.
Jafar mengatakan, pertandingan uji coba melawan Persema juga menjadi pertandingan amal bagi kedua tim. "Uang hasil pernjualan tiket akan disumbangkan kepada korban bencana dan kepada mantan-mantan Persib yang kondisinya saat ini pantas mendapat bantuan," ujarnya.
Tiket pertandingan Persib versus Persema sudah bisa dipesan di Sekretariat Pengda PSSI Jabar, Jalan Lodaya Nomor 20. (daf)
VIVAnews - Skuad Persib Bandung mengalami keterpurukan di musim awal kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2010/11. Pelatih Persib terpilih Daniel Roekito bertekad untuk mengangkat kembali prestasi 'Maung Bandung' di liga.
Karenanya, memulai debutnya di Persib, mantan arsitek Persik Kediri itu akan melakukan perombakan skema permainan Maung Bandung, termasuk di lini depan.
Daniel berencana akan mengubah paklem 4-4-2 yang selama ini diandalkan Maung Bandung dengan pola lebih menyerang 4-3-3.
"Barisan penyerang Persib dihuni banyak striker yang cukup bagus. Jadi cukup disayangkan jika ada diantara mereka yang lebih banyak duduk di bangku cadangan," ucap Daniel yang resmi menjadi pelatih Persib sejak 30 November 2010 lalu.
Nama Cristian Gonzalez yang bermain cemerlang saat bergabung bersama timnas Indonesia, sudah seharusnya mendapat topangan pemain Persib lainnya.
"Sebut saja Airlangga Sutjipto, Pablo Frances dan Hilton Moreira, terlalu mubazir jika tenaga seperti mereka tidak dimaksimalkan untuk mengimbangi Gonzales," ujar Daniel Roekito.
Khusus Hilton, Pablo dan Gonzalez menurut Daniel pantas dimainkan bersamaan. "Gonzalez mungkin akan diposisikan sebagai target man ditemani Pablo dan Hilton di sisi kiri dan kanan," ucap Daniel sedikit memberikan bocoran upaya perubahan secara teknis yang bakal dilakukannya di Persib.
Perubahan skema permainan menjadi lebih menyerang menurut Daniel juga atas dasar posisi Persib yang saat ini berada di dasar klasemen. "Persib sudah tertinggal dari tim lain, untuk mengejar tentu diperlukan kemenangan demi kemenangan. Dengan bermain lebih menyerang, mudah-mudahan dalam setiap pertandingan kita tidak terlalu sering kehilangan poin," terang Daniel. (sj)
Hari sabtu sepertinya akan
digunakan Persib Bandung
untuk melakukan ujicoba.
Setelah melawan Persib U-21
pada tanggal 27 November
2010, hari sabtu depan, Persib
berencana akan kembali
melakukan ujicoba. Lawan
yang akan dihadapi tim Maung
Bandung adalah tim Pelita Jaya
U-21 atau Bandung FC.
Assisten pelatih Persib, Robby
Darwis mengakui sudah
menyusun program latihan
bersama Jovo. Dalam program
tersebut, Persib akan
melakukan latihan pada hari
senin sampai Jumat. Latihan
sesi pagi dan sore akan
diterapkan pada hari senin,
selasa, kamis, dan jumat. Di
hari rabu, Persib hanya akan
melakukan latihan di waktu
pagi saja, sedangkan di hari
sabtu, Persib akan melakukan
pertandingan ujicoba.
Mengenai Pelita Jaya U-21,
Robby mengatakan bahwa
mereka sudah memberikan
permohonan supaya dapat
berujicoba, namun belum
diputuskan oleh manajemen.
Sedangkan untuk tim BFC,
kedua belah pihak baik Persib
maupun BFC belum
mengajukan permohonan.
Steve Darby
Jika benar Steve Darby adalah pelatih seperti ciri-ciri yang dikemukan manajer Persib Bandung Umuh Muchtar, publik sepakbola Bandung tak usah ragu dengan kualitas pelatih kawakan tersebut.
Steve pernah membawa timnas junior Thailand juara di level Asia, serta menguasai bahasa melayu karena pernah melatih klub liga Malaysia.
Sebelumnya Umuh pernah melontarkan kriteria sama di awal kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) musim ini, saat akan menganti pelatih asal Perancis Daniel Darko Janackovic. Saat itu, opsi yang keluar di kalangan wartawan dan ramai diperbincangkan adalah pelatih asal Inggris Stephen David Darby alias Steve Darby.
Dia pernah berkiprah sebagai kiper junior Liverpool, dan ini ditawarkan agennya, Hardimen Koto. Dari track record-nya, pelatih berkebangsaan Inggris ini punya segudang prestasi.
Bahkan, dibanding pelatih pertama Persib Daniel Darko Janackovic yang akhirnya digantikan asistennya Jovo Cuckovic, lebih mudah mencari referensi Darby ketimbang Darko di internet.
Sebagai informasi, Darby pertama hadir di kawasan Asean pada 1998. Saat itu ia melatih klub Liga Malaysia, Johor FA dan meraih Malaysian FA Cup. Lalu, Darby melatih tim nasional wanita Vietnam yang memenangi medali emas SEA Games 2001.
Setelah semusim di tim junior Sheffield Wednesday, dirinya lalu mengasuh Home United FC di Singapura. Selama empat tahun melatih, Darby akhirnya memberikan double winner untuk juara Liga dan Piala Singapura 2003, serta melaju ke semifinal AFC Cup 2004. Dirinya juga menjadi asisten pelatih timnas Thailand dan melatih timnas U-23 Thailand.
Namun saat ditanya apakah pelatih tersebut berkebangsaan Inggris bernama Steve Darby, lagi-lagi, Umuh tetap pada pendiriannya yaitu menunggu pertemuan bersama para pemegang saham PT PBB, Sabtu (20/11/2010) nanti. Baru spekulasi tersebut dijawabnya.
"Nanti saja sesudah pertemuan bersama para pemegang saham, Sabtu nanti. Kalau ternyata dalam pertemuan tersebut Jovo harus diganti,baru semuanya akan di kemukakan kepada publik," kata Umuh.
PERSIB Bandung kalah lagi.
Setelah Deltras Sidoarjo, PSM
Makassar, dan Persija Jakarta,
kini giliran PSPS Pekanbaru
yang menjungkalkan "Maung
Bandung" dengan skor 1-0 di
Stadion Kaharuddin Nasution
Pekanbaru, Selasa (2/11).
Kekalahan keempat dari enam
laga pembuka Liga Super
Indonesia (LSI) 2010/2011 ini
membuat Persib terpuruk di
papan bawah. Hantu
degradasi pun mulai
membayang.
Yang kecewa dan prihatin atas
keterpurukan prestasi Persib
ini bukan hanya bobotoh.
Atep pun merasakan hal yang
sama. "Iya, kita harus kalah
lagi. Seperti yang lain, saya
pun kecewa," kata gelandang
kelahiran Cianjur, 25 tahun
silam ini.
Atas kekalahan demi
kekalahan yang dialami Persib
di awal musim ini, Atep
mencoba menganalisis
penyebabnya. Dugaan
pertama yang dilontarkannya
adalah kemungkinan tidak
cocoknya pola permainan
yang diterapkan pelatih Jovo
Cuckovic dengan materi
pemain yang dimiliki Persib.
"Mungkin pola permainan
seperti sekarang kurang cocok
dengan tim kita," katanya.
Meskipun demikian, Atep tidak
mau menimpakan kesalahan
kepada pelatih semata.
Menurutnya selain mengubah
pola permainan yang
dicocokkan dengan materi
pemain yang ada, seluruh
komponen tim pun harus
dibenahi. Bukan hanya pelatih,
tapi juga pemain. "Semuanya
memang harus dibenahi,"
tambahnya.
Atep setuju, masa jeda selama
dua bulan harus
dimaksimalkan untuk
melakukan perbaikan kinerja
tim. Bahkan Atep juga setuju
jika Persib harus memulai
persiapan dari nol lagi di masa
libur kompetisi selama dua
bulan ini. Dengan materi yang
sudah ada, Persib harus
membangun "tim baru" lagi.
"Saya setuju jika masa libur
dua bulan ini dijadikan
kesempatan untuk
menyiapkan tim dari nol lagi.
Anggap saja Persib baru
memulai kompetisi pada bulan
Januari nanti," katanya.
PERSIB Bandung bisa menang
melawan PSPS PEKANBARU.
Hal itu dikatakan oleh Nova
Arianto yang saat ini berada di
Yogyakarta bersama
keluarganya, Nova
mengungkapkan keyakinannya
bahwa pemain Persib bisa
bangkit saat melawan PSPS nanti.
Sementara Assisten Manager
Persib mengungkapkan bahwa
saat ini seluruh pemain siap
sudah dalam kondisi siap tempur.
PLAY WITH PRIDE
BACK WITH GLORY
GO PERSIB GO!!
Jakarta - Ronaldikin jadi korban pemukulan sekelompok fans Persija Jakarta saat menghadapi Persib Bandung. Nahas buat suporter yang sudah jadi selebritas itu, istiqfar dan teriakan takbirnya justru bikin pengeroyok makin bernafsu.
Peristiwa pemukulan terhadap Ronaldikin terjadi di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (30/10/2010) kemarin. Usai menyaksikan laga yang dimenangi 'Macan Kemayoran' dengan skor 3-0 tersebut, pria yang wajahnya mirip Ronaldinho tersebut jadi korban pengeroyokan.
"Awalnya di tribun damai-damai saja. Sesudah pertandingan anak-anak The Jak juga minta foto bareng. Nah saat itu ada yang meneriakkan provokasi, Ronaldikin anjing, Viking Anjing. Saya sih diam saja, tapi mungkin kesal karena saya tidak bereaksi malah dihantem," cerita Ronaldikin perbincangan dengan detiksport melalui sambungan telepon.
"Mereka pakai pakaian hitam, sekitar 10 orang, satu orang sekali mukul sekali nendang. Saya sudah istiqfar dan takbir, tapi mereka malah lebih membabi buta," lanjut pria yang menderita memar-memar di banyak bagian tubuhnya itu.
Sebagai pencinta sepakbola, ditambah hubungan dekat yang sudah dia jalin cukup lama dengan The Jak, Ronaldikin sangat menyesali peristiwa yang dia alami. Selain menyebut kejadin tersebut sebagai hal yang mengerikan, dia juga menyayangkan aksi-aksi anarkis yang kian banyak dilakukan suporter sepakbola Indonesia.
"Memprihatinkan banget, ini bukan karekter yang diinginkan dan tentunya mengerikan. Ironis karena ada organisasinya tapi kerusuhan justru makin parah. Dulu kalau rusuh ya cuma satu-satu aja."
"Saya ini bobotoh bukan Viking. Kok saya ini dianggap musuh yah. Wajar dong saya jadi bobotoh, kan saya lahir di sana. Seperti The Jak yang lahir di Jakarta dan mendukung Persija," lanjut dia kemudian
Hingga kini Ronaldikin belum menerima permintaan maaf secara resmi dari Persija Jakarta maupun The Jak Mania atas insiden yang juga membuat wartawan detiksport nyaris jadi sasaran pemukulan. Namun melalui akun Facebook-nya, dia mendapat banyak dukungan dari beragam komunitas suporter tanah air seperti Aremania, Viking dan The Jak sendiri.
"Saya berjuang meminta doktrin "musuh abadi harus dipelihara' itu dihapuskan. Di agama manapun hal itu dilarang. Islam malah mengharamkan bermusuhan lebih dari tiga hari, ini malah bertahun-tahun."
"Tidak ada, saya tidak akan menuntut secara hukum, justru bakal ribet. Hukum di dunia bisa direkayasa. Hukum yang adil ada di akhirat. Semoga saja mereka insap. Saya juga tidak dendam," lanjut Ronaldikin panjang lebar.
Ronaldinkin juga mengingatkan kelompok suporter untuk tidak terlibat dalam blok-blok sepakbola yang pelan-pelan terus terbangun. Dalam pandangannya, suporter klub-klub Indonesia harusnya bersatu di bawah Merah-Putih.
Untuk memastikan kondisi tubuhnya, Ronaldikin akan menjalani pemeriksaan medis pada Senin (1/11/2010) besok. Sejauh ini, pria yang tinggal di wilayah Cipinang itu memang baru menjalani pengobatan tradisional.
"Baru diurut dan dipijit. Badan saya memar-memar juga bengkak, sempat sesak napas juga. Takut ada luka dalam, makannya baru
Pada tanggal 19 April 1930, BIVB bersama dengan VIJ Jakarta, SIVB (Persebaya), MIVB (sekarang PPSM Magelang), MVB (PSM Madiun), VVB (Persis Solo), PSM (PSIM Yogyakarta) turut membidani kelahiran PSSI dalam pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta. BIVB dalam pertemuan tersebut diwakili oleh Mr. Syamsuddin. Setahun kemudian kompetisi tahunan antar kota/perserikatan diselenggarakan. BIVB berhasil masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1933 meski kalah dari VIJ Jakarta.
BIVB kemudian menghilang dan muncul dua perkumpulan lain yang juga diwarnai nasionalisme Indonesia yakni Persatuan Sepak bola Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetball Bond (NVB). Pada tanggal 14 Maret 1933, kedua perkumpulan itu sepakat melakukan fusi dan lahirlah perkumpulan yang bernama Persib yang kemudian memilih Anwar St. Pamoentjak sebagai Ketua Umum. Klub- klub yang bergabung kedalam Persib adalah SIAP, Soenda, Singgalang, Diana, Matahari, OVU, RAN, HBOM, JOP, MALTA, dan Merapi.
Persib kembali masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1934, dan kembali kalah dari VIJ Jakarta. Dua tahun kemudian Persib kembali masuk final dan menderita kekalahan dari Persis Solo. Baru pada tahun 1937, Persib berhasil menjadi juara kompetisi setelah di final membalas kekalahan atas Persis.
Di Bandung pada masa itu juga sudah berdiri perkumpulan sepak bola yang dimotori oleh orang- orang Belanda yakni Voetbal Bond Bandung & Omstreken (VBBO). Perkumpulan ini kerap memandang rendah Persib. Seolah- olah Persib merupakan perkumpulan “kelas dua”. VBBO sering mengejek Persib. Maklumlah pertandingan- pertandingan yang dilangsungkan oleh Persib dilakukan di pinggiran Bandung—ketika itu—seperti Tegallega dan Ciroyom. Masyarakat pun ketika itu lebih suka menyaksikan pertandingan yang digelar VBBO. Lokasi pertandingan memang didalam Kota Bandung dan tentu dianggap lebih bergengsi, yaitu dua lapangan di pusat kota, UNI dan SIDOLIG.
Persib memenangkan “perang dingin” dan menjadi perkumpulan sepak bola satu-satunya bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya. Klub-klub yang tadinya bernaung dibawah VBBO seperti UNI dan SIDOLIG pun bergabung dengan Persib. Bahkan VBBO (sempat berganti menjadi PSBS sebagai suatu strategi) kemudian menyerahkan pula lapangan yang biasa mereka pergunakan untuk bertanding yakni Lapangan UNI, Lapangan SIDOLIG (kini Stadion Persib), dan Lapangan SPARTA (kini Stadion Siliwangi). Situasi ini tentu saja mengukuhkan eksistensi Persib di Bandung.
Ketika Indonesia jatuh ke tangan Jepang. Kegiatan persepak bolaan yang dinaungi organisasi lam dihentikan dan organisasinya dibredel. Hal ini tidak hanya terjadi di Bandung melainkan juga di seluruh tanah air. Dengan sendirinya Persib mengalami masa vakum. Apalagi Pemerintah Kolonial Jepang pun mendirikan perkumpulan baru yang menaungi kegiatan olahraga ketika itu yakni Rengo Tai Iku Kai.
Tapi sebagai organisasi bernapaskan perjuangan, Persib tidak takluk begitu saja pada keinginan Jepang. Memang nama Persib secara resmi berganti dengan nama yang berbahasa Jepang tadi. Tapi semangat juang, tujuan dan misi Persib sebagai sarana perjuangan tidak berubah sedikitpun.
Pada masa Revolusi Fisik, setelah Indonesia merdeka, Persib kembali menunjukkan eksistensinya. Situasi dan kondisi saat itu memaksa Persib untuk tidak hanya eksis di Bandung. Melainkan tersebar di berbagai kota, sehingga ada Persib di Tasikmalaya, Persib di Sumedang, dan Persib di Yogyakarta. Pada masa itu prajurit-prajurit Siliwangi hijrah ke ibukota perjuangan Yogyakarta.
Baru tahun 1948 Persib kembali berdiri di Bandung, kota kelahiran yang kemudian membesarkannya. Rongrongan Belanda kembali datang, VBBO diupayakan hidup lagi oleh Belanda (NICA) meski dengan nama yang berbahasa Indonesia Persib sebagai bagian dari kekuatan perjuangan nasional tentu saja dengan sekuat tenaga berusaha menggagalkan upaya tersebut. Pada masa pendudukan NICA tersebut, Persib didirikan kembali atas usaha antara lain, dokter Musa, Munadi, H. Alexa, Rd. Sugeng dengan Ketua Munadi.
Perjuangan Persib rupanya berhasil, sehingga di Bandung hanya ada satu perkumpulan sepak bola yakni Persib yang dilandasi semangat nasionalisme. Untuk kepentingan pengelolaan organisasi, decade 1950-an ini pun mencatat kejadian penting. Pada periode 1953-1957 itulah Persib mengakhiri masa pindah-pindah sekretariat. Walikota Bandung saat itu R. Enoch, membangun Sekretariat Persib di Cilentah. Sebelum akhirnya atas upaya R. Soendoro, Persib berhasil memiliki sekretariat Persib yang sampai sekarang berada di Jalan Gurame.
Pada masa itu, reputasi Persib sebagai salah satu jawara kompetisi perserikatan mulai dibangun. Selama kompetisi perserikatan, Persib tercatat pernah menjadi juara sebanyak empat kali yaitu pada tahun 1961, 1986, 1990, dan pada kompetisi terakhir pada tahun 1994. Selain itu Persib berhasil menjadi tim peringkat kedua pada tahun 1950, 1959, 1966, 1983, dan 1985.
Keperkasaan tim Persib yang dikomandoi Robby Darwis pada kompetisi perserikatan terakhir terus berlanjut dengan keberhasilan mereka merengkuh juara Liga Indonesia pertama pada tahun 1995. Persib yang saat itu tidak diperkuat pemain asing berhasil menembus dominasi tim tim eks galatama yang merajai babak penyisihan dan menempatkan tujuh tim di babak delapan besar. Persib akhirnya tampil menjadi juara setelah mengalahkan Petrokimia Putra melalui gol yang diciptakan oleh Sutiono Lamso pada menit ke-76. Persib juga pernah menjamu klub-klub dunia seperti AC Milan
Sayangnya setelah juara, prestasi Persib cenderung menurun. Puncaknya terjadi saat mereka hampir saja terdegradasi ke Divisi I pada tahun 2003. Beruntung, melalui drama babak playoff, tim berkostum biru-biru ini berhasil bertahan di Divisi Utama.
Sebagai tim yang dikenal tangguh, Persib juga dikenal sebagai klub yang sering menjadi penyumbang pemain ke tim nasional baik yunior maupun senior. Sederet nama seperti Risnandar Soendoro, Nandar Iskandar, Adeng Hudaya, Heri Kiswanto, Adjat Sudradjat, Yusuf Bachtiar, Dadang Kurnia, Robby Darwis, Budiman, Nuralim, Yaris Riyadi hingga generasi Erik Setiawan merupakan sebagian pemain timnas hasil binaan Persib.


